
Seekor
induk rusa ketika kedua anaknya sudah mulai belajar berjalan, pada pagi buta
ketika kedua anaknya masih tidur, induk rusa keluar pergi mencari makanan, dia
bermaksud setelah pulang dari mencari makanan akan mengajar anak-anaknya
mencari makan serta menjaga diri menghindari dari bahaya.
Induk
rusa bergegas berlari pulang, suasana hatinya sangat sedih memikirkan kedua
anaknya, setelah sampai dirumah dia berkata kepada kedua anaknya, “Anak ku,
mama akan menceritakan sebuah kebenaran dan ketidakkekalan di dunia ini kepada
kalian, jika kalian sudah memahami kebenaran ini, maka kelak jika kalian menghadapi
masalah apa pun.”
“Kalian
nantinya tidak akan terlalu sedih lagi. Kalian harus ingat hidup ini sangat
singkat, segalanya akan berubah tidak pernah abadi, nilai dari keluarga,
kasih sayang semuanya tidak abadi….,” ujar induk rusa itu.
Anak-anaknya
sambil menangis bertanya, “Lalu kenapa mama masih harus menepati janji kepada
orang jahat tersebut?.” Induk rusa berkata, “Tanpa Iman, dunia akan hancur,
tidak ada kejujuran dunia akan runtuh, demi kelangsungan dan harapan dunia,
saya rela berkorban, daripada menipu orang lain. Mama rela mati demi
integritas, dari pada menipu untuk hidup.”
Setelah
selesai berkata sambil menahan tangisannya induk rusa berlari keluar, anak-anak
rusa mengejar dengan sekuat tenaga. Pemburu melihat induk rusa memenuhi
janjinya datang kembali, menjadi sangat terharu dengan tangan merangkap di
depan dada dan berlutut dia berkata kepada induk rusa, “Engkau bukan seekor
rusa biasa, engkau pasti jelmaan dari Budha.”
“Welas
asihmu membuat orang sangat terharu, kejujuran dan imanmu membuat saya sangat
malu. Silahkan engkau kembali, saya tidak akan menyakiti Anda lagi, bahkan
mulai saat ini saya tidak akan menyakiti seekor binatang pun,” kata si pemburu
itu.
“Pelajaran
yang bisa kita petik dari cerita diatas adalah: Sifat welas asih dan kejujuran
dari induk rusa ini akhirnya membangkitkan niat baik serta membangkitkan watak
dasar dan sisi baik dari pemburu tersebut. ”
No comments:
Post a Comment